Esensi Wahabi & Rezim Al-Saud

wahabi-antek-zionis

Gerakan politik Wahabi lazimnya mengkampanyekan purifikasi, pemurnian, dan yang sejenisnya, sebagai merk “dagang” mereka, namun cita-cita inti mereka sebenarnya ingin memisahkan kaum muslim dari sanad-sanad Islam itu sendiri.

Bagi mereka yang meneliti sejarah dan politik global, tentu akan mengetahui bahwa Rezim Al-Saud didirikan oleh Ingris (yang di belakang layar dibantu juga oleh Amerika), di mana yang menjadi intel dan tenaga lapangan Ingris dalam rangka mendirikan Rezim Al-Saud itu adalah Thomas Edward Lawrence atau Lawrence of Arabia.

Bersamaan dengan itu pula, didirikan juga suatu sekte dan institusi keagamaan yang nantinya akan menjadi pendukung dan pemberi legitimasi rezim tersebut, yaitu Wahabi, yang dibidani bersama oleh agen Ingris bernama Hempher dan Abdul Wahhab.

Pendirian Rezim Al-Saud ini dimaksudkan oleh Ingris dan Amerika dalam rangka menopang keberadaan dan eksistensi Israel yang juga mereka (Ingris & Amerika) dirikan setelah pendirian Rezim Al-Saud, yang seperti diketahui, mastermind-nya adalah Arthur James Balfour, dan terbukti kerajaan Saudi Arabia pun menandatangani persetujuan pendirian Negara Israel yang diajukan oleh Ingris dan Amerika.

Secara politik, keberadaan Israel ini dimaksudkan sebagai cakar Ingris dan Amerika di Timur Tengah.

Rezim Saud (keluarga Saud) memulai melakukan kampanye pembunuhan pimpinan terkemuka suku-suku Arab dengan dalih mereka murtad, mengkhianati Islam, meninggalkan ajaran Al-Qur’an dan membantai mereka dengan mengatasnamakan Islam, padahal Rezim Al-Saud sendiri-lah yang membajak Islam demi membunuh kaum muslim.

Di dalam buku sejarah Keluarga Saud di halaman 98-101, misalnya, penulis pribadi sejarah keluarga Saud menyatakan bahwa Dinasti Saud menganggap semua penduduk Najd menghina Tuhan. Oleh karena itu, darah mereka halal, harta bendanya pun dirampas, wanita-wanitanya dijadikan selir, tidak seorang Muslim pun yang dianggap benar kecuali pengikut kelompok Muhammad bin Abdul Wahab –yang tak lain didikan duo Zionist Ingris Hempher dan Lawrence of Arabia.

Doktrin Wahabi memberikan otoritas kepada keluarga Saud untuk menghancurkan desa dan penduduknya termasuk anak-anak dan memperkosa wanitanya, menusuk perut wanita hamil, memotong tangan anak-anak, kemudian membakarnya.

Selanjutnya mereka diberikan kewenangan dengan ajarannya yang kejam (brutal) tersebut untuk merampas semua harta kekayaan milik orang yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran agama karena tidak mengikuti ajaran Wahabi.

Mereka pun melakukan segala jenis kekejaman atas nama kelompok agama palsu mereka (kelompok Wahabi) yang sebenarnya diciptakan oleh agen-agen Ingris dkk untuk menabur benih-benih terror di dalam hati penduduk di kota-kota dan desa-desa. Dan pada tahun 1163 H, mereka mengganti nama semenanjung Arab dengan nama keluarga mereka menjadi Saudi Arabia, seolah-olah seluruh wilayah itu milik pribadi mereka dan penduduknya sebagai bujang atau budak merdeka, bekerja keras siang dan malam untuk kesenangan tuannya, yaitu keluarga Saudi.

Walhasil, mereka dengan sepenuhnya menguasai kekayaan alam negeri itu seperti milik pribadinya. Bila ada rakyat biasa yang mengajukan perlawanan atas kekuasaan sewenang-wenang Dinasti Saud ini, dia akan dihukum pancung di lapangan terbuka.

Seorang putri anggota keluarga kerajaan Saudi beserta rombongannya sekali kesempatan mengunjungi Florida, Amerika Serikat, dan menyewa 90 buah Suite Rooms di Grand Hotel dengan harga $ 1 juta semalamnya. Rakyat yang mencoba memprotes kunjungan sang puteri yang jelas menghamburkan uang Negara ini akan ditembak mati dan dipenggal kepalanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s